Menenangkan…masih
itu kesan yang ku dapatkan dipertemuan kedua dengan Prof. Jacoeb. Sebenarnya
sambil menunggu antrian Prof. Jacoeb aku dan suami sudah lebih dahulu
konsultasi ke Specialist Andrologi dengan dr. Lutfi Hardiyanto, PhD
Bertemu
Prof. Jacoeb untuk kedua kalinya..ekspresi dia tetap sama..tenang dan langsung
meminta hasil aneka rangkaian test yang udah kami lakukan. Dari hasil cek
darah,kami berdua diminta untuk menjaga pola makan sehat karena komen beliau
adalah waaaahh…ini suka makan enak nich, dua duaan kolesterolnya tinggi
Secara
umum yang bisa aku cerna dari konsultasi kali ini adalah :
Aku…..
Hasil
cek hormone..masih sama dengan hasil test ku waktu pertama kali promil tahun
2014 yaitu hormone prolaktin yang tinggi dan aku di kasih obat Cripsa
Jumlah
sel telur Alhamdulillah masih banyak tetapi ada bakat pembawa virus. Hasil test
negative tetapi angka angkanya diatas batas toleransi.
Hasil
mikrokuretase yaitu adanya polip endometrium yang langsung diambil pada saat
tindakan
Untuk
hasil test itu aku di kasih 4 macam obat yang harus diminum selama 3 bulan
Suami
Hasil
hormone bagus, darah agak sedikit kurang oksigen dan disuruh untuk berhenti
merokok. SETUJU PROF J , di testis kiri diduga ada nyeri dan
diminta untuk melakukan USG Radiologi di RS Sammarie Wijaya dengan dr. Daniel
Makes, Sp Rad
Suami
tidak diberi obat apapun karena sudah dapat 3 jenis obat dari dr. lutfi
Hardiyanto PhD
Ada
beberapa “strategi” yang akan dilakukan Prof. Jacoeb terhadap kami berdua,
supaya bisa hamil dan kebanyakan sich buat aku J
1. Test prolaktin, estradiol
lagi di hari ke 21-22 siklus haid berikutnya yang setelah dihitung itu
bertepatan dengan tanggal 10 Sept 2016
2. Di rujuk ke dokter gizi
yaitu dr. Santy karena gemuk dan harus menurunkan berat badan setidaknya
menjadi di bawah 60kg
3. Cek hormone progesterone/
testoteron suami dan estradiol suami
4. November 2016 bila belum
hamil, makan disarankan untuk laparoskopi untuk memperbaikin posisi indung
telur kiri yang mengarah ke atas
Nanti
setelah obat kami habis, kembali konsul ke Prof. Jacoeb dan juga dr. Lutfi
untuk menjalankan ‘strategi’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar